Sisi Lain

Food & Drink Blogs
Diberdayakan oleh Blogger.

18 Okt 2011

| 0 komentar

Berawal dari pusing mikirin topik yang akan diposting di Blog, sayakemudian mencari-cari artikel yang saya anggap menarik tuk disimak. Mulai daripanduan Ngeblog pemula (maklum saya adalah pemula), cara meningkatkan ataumendatangkan pengunjung, agar blog terdeteksi oleh Search Engine, dll. Tak terasa 2 jam berlalu, dan capekrehat sejenak nonton tivi.

Beberapa saat kemudian muncul ide tuk nyari artikel tentang kesetaranjender. Tapi karna dah ngantuk jadinya pencarian ditunda sampai besoknya. 

Dari beberapa artikel yang saya baca, ada hal yang membuat sayaterpancing tuk ikutan berkomentar soal jender, menurut pemikiran saya sendiri. dalampikiran saya jender adalah kesamaan perlakuan antara laki-laki dan perempuandalam berbagai hal. Setidaknya itu yang saya pahami sampai saat ini. Jika priabisa sekolah tinggi maka wanita pun mempunyai hak yang sama, dalam profesi ataupekerjaan pria dan wanita pun mempunya hak yang sama, yaitu Hak untukmendapatkan pekerjaan.

Dalam hak politik kekuasaan, wanita pun tak mau ketinggalan. Yang kalaumenurut saya wanita sebenarnya seakan-akan dipaksakan untuk ikut dalam kancahperpolitikan.

Yulianti Muthmainnah (Staf  KomnasPerempuan) dalam artikel yangdimuat 28 maret 2011di website komnas perempuan dengan judul “Mendukung Keterwakilan Perempuan”, bahwa memenuhi kouta 30% Kursi DPR adalah agenda yang mendesak. inikan seakan-akan memaksakan kaum perempuan untuk maju dan harus menang dalampemilihan.  Lebih lanjut dia mengatakanbahwa “Negara wajib mewujudkan kesetaraan yang substantif.Memberikan perlakuan khusus maupun kuota 30 persen adalah bentuk pemenuhannegara terhadap hak perolehan suara bagi perempuan.
 
Dari jumlah perolehan kursi perempuan di DPR adalah103 dari 560 kursi atau 18 persen,dengan kata lain masih jauh dari kouta 30%. Dan yang disalahkan adalah partaipolitik yang dituding kurang mendukung. Inikan konyol namanya. Wanita kokdipaksa-paksa ikut pemilu.

Jika melihat realita yang ada saya berpikir bahwa kesetaraan jenderhanya jadi alasan untuk mendapatkan pekerjaan dan jabatan yang posisinya bagus,giliran angkat barang berat, atau pekerjaan yang beresiko tinggi, perempuan ramai-ramaimemanggil pria. Ini kan tidak benar jika jender dijadikan alasan. 

Ini menurut saya, gimana menurut kamu???

0 komentar:

Posting Komentar

PENTING!
Komentar Sobat Menjadi Jalan Bagi Saya Untuk Mengunjungi Blog Sobat