Sisi Lain

Food & Drink Blogs
Diberdayakan oleh Blogger.

21 Okt 2011

| 0 komentar
Perubahan adalah suatukeharusan yang wajib untuk dilalui. Pencapai hari ini merupakan jalan untukmencapai cita-cita yang lebih baik pada pari esok, inilah yang menyebabkan kitauntuk senantiasa berupaya untuk berubah kearah yang lebih baik. Tapi yangdisayangkan terkadang apa yang kita upayakan malah menghasilkan suatu yang jauhdari harapan, yang tentunya harus segera dilakukan perubahan untuk menghindarikekecewaan atau kerugian tersebut.

Dalam dunia politikkekuasaan, perebutan kursi tertinggi atau minimal jadi pembantu pemilik kursitertinggi merupakan keniscayaan. Cuma yang disayangkan terkadang karena kurangpuas maka kursi itu digoyang-goyang dengan harapan sang pemilik kursi terjatuhdari kursinya, atau turun dengan sendirinya karena takut jatuh atau dijatuhkan.

Namun seorang denganpemegang kekuasaan tertinggi, dapat berbuat apa saja termasuk dalammempertahankan kekuasaannya, dengan mencipkan dan memperluas jaringan baru danatau membuat program yang sangat tren untuk pencitraan. Yang cenderungpanas-panas tahi ayam. Yang tidak akan menghasilkan apa-apa selain malasah baruyang akan lebih rumit lagi. Mengaburkan masalah dengan masalah.

Perombakan kekuasaanyang terkadang menjadi pilihan, bukannya tidak berefek. Dengan pergantiantersebut, maka dengan otomatis terjadi perubahan kebijakan yang berdampak padamasalah baru, tidak jarang program yang telah berjalan akan berhenti dengansendirinya. Berganti dengan program yang lain.

Untuk pendidikan padakhususnya Sekolah dasar dan Menengah, efek yang sangat dirasakan adalah denganperombakan kabinet, maka yang harus dilakukan adalah membeli buku baru, Posterkabit baru, dll. Dan yang akan mendapatkan keuntungan adalah para Penerbit, danmeraka adalah pengusaha yang akan mendapatkan keuntungan berlipat.

Lagi-lagi yang akanmerasakan nikmatnya perombakan kabinet adalah mekera yang disana yang asikberbagi kekuasaan, yang haus akan jabatan, adakah orang yang menolak jika akandiangkat menjadi menteri, jika ada maka dialah yang paling pantas tuk dijadikanmaha Guru yang sesungguhnya.

Ohh tuhan ada apadengan negeri kami, masihkah ada diantara mereka yang ada disana, yang duduk dikursi empuk itu, yang masih dan tulus memikirkan kami yang butuh perhatian demikelangsungan hidup kami yang lebih layak??


0 komentar:

Posting Komentar

PENTING!
Komentar Sobat Menjadi Jalan Bagi Saya Untuk Mengunjungi Blog Sobat