Sisi Lain

Food & Drink Blogs
Diberdayakan oleh Blogger.

2 Des 2013

| 0 komentar
pekan kondom nasional
Kondom, kata itu menjadi salah satu kata yang sangat populer saat ini, meskipun sebelumnya kata itu telah diketahi oleh masyarakat luas. Adalah kementrian kesehatan RI dalam hal ini MenKes Nafsiah Mboi, sukses memunculkan polemik dimasyarakat. Pekan Kondom Nasional polemik akhir tahun program pemerintah, sebagai antisipasi tingginya permintaan kondom jelang pergantian tahun.

Pekan Kondom Nasional yang digagas oleh Kementrian Kesehatan dan diselenggarakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bekerja sama dengan produsen Kondom. Entah apa yang ada dalam benak sang Mentri, sehingga menggagas sosialisasi/Kampanye penggunaan kondom. Jika alasannya agar penularan virus HIV/AIDS dapat ditekan, maka menjadi sesuatu yang sangat bertentangan dengan hasil penelitian, bahwa pori-pori kondom lebih besar dari diameter vuris HIV/AIDS.

Diakui atau tidak, sadar atau pura-pura tidak sadar, maka harus dipahami bahwa akhir tahun adalah saat-saat dimana keperawanan sangat sulit untuk dijaga, permintaan kondom meningkat, dan inilah saat-saat yang ditunggu oleh industri kondom untuk meraup keuntungan berlipat. Saya kira KPK harus menyelidiki kebijakan ini, boleh jadi ada seoggok apel malang terselip disini. Kegiatan yang berlangsng sejak tanggal 1-7 Desember 2013, bagi saya sangat diluar akal sehat saya.

Kebijakan yang justru tak bijak ini malah akan meningkatkan jumlah pelaku seks bebas, karena toh mereka (wanita) tidak perlu ragu akan hamil karena ada si jaket karet (Kondom). Suatu hal yang sangat mengagetkan bagi saya adalah ketika sang Mentri mengatakan 
kegiatan ini tidak terlarang, lebih bahaya bagi-bagi rokok daripada bagi-bagi kondom
Hal tersebut seakan bahwa sang mentri memang sadar akan bahaya bagi-bagi kondom, lalu mengapa kegiatan itu tetap saja dilakukan? di UGM, beberapa mahasiswa mengaku diberi kondom gratis di gerbang kampus. Apa pentingnya kondom buat para mahasiswa?

Ada komentar menarik yang saya lihat di salah satu chanel TV swasta nasional, seorang ibu yang pro dengan kegiatan itu, berkomentar seperti berikut
Mana mungkin seorang remaja akan memulai melakukan Seks bebas, hanya kerana benda seharga Rp 5rb rupiah.
Si ibu mungkin lupa jika dibalik itu terdapat kenikmatan yang luar biasa (kata mereka yang pernah merasakan, tentunya). 

Kebijakan tak Bijak Pekan Kondom Nasional ini hanya membawa kepentingan industri kondom, bukan untuk menyampaikan kegunaan kondom sebagai alat kontrasepsi.

0 komentar:

Posting Komentar

PENTING!
Komentar Sobat Menjadi Jalan Bagi Saya Untuk Mengunjungi Blog Sobat