Sisi Lain

Food & Drink Blogs
Diberdayakan oleh Blogger.

1 Sep 2014

| 0 komentar


Sahabat,,, kali ini saya akan share artikel yang menurut saya cukup menarik, artikel ini bersumber dari Blog ASRITADDA.COM dengan judul "Blogger Sebagai Profesi Sampingan Guru; Mungkinkah?" yang ditulis oleh guest blogger Yayan Sugiana, seorang TNI-AL yang merangkap pekerjaan sebagai blogger. Yayan adalah alumni AstaMedia Blogging School di Makassar. Beliau kini mengelola blog populer Tips Mencari Jodoh. Anda bisa menghubungi Yayan Sugiana di sini. Berikut artikel lengkapnya:
 
Saya cukup terkesiap menonton tayangan film dokumenter di salah satu stasiun televisi swasta kita. Bagaimana tidak, seorang kepala sekolah sebuah SMP menyambi sebagai pemulung. Seandainya saya adalah salah satu alumni dari sekolah tersebut, betapa saya akan menangis tersedu-sedu; berlinangan air mata tak henti-henti.

Begitu buramnya potret para abdi pendidikan di negeri ini. Coba bandingkan dengan mereka yang saat ini sedang menikmati kursi empuk nun jauh di sana. Dengan kualitas kerja tidak seberapa, mereka menerima gaji dan tunjangan yang sangat mencengangkan. 

Profesi Pendidik
Pendidik adalah profesi paling mulia di negeri ini. Pada zaman Belanda, seorang guru menduduki status sosial paling dihormati. Mereka masuk golongan priyayi dan setara dengan ambtenaar-ambtenaar lainnya. 

Menanggapi berita pilu tersebut, sudah tiba waktunya kita mengampanyekan tentang upaya mengentaskan para guru kita dari jeratan kemiskinan yang tengah di hadapinya. Utamanya kepada para guru honorer yang hingga hari ini masih menunggu kesempatan untuk di-PNS-kan.

Demo turun ke jalan, saya rasa, hanya tindakan kontraproduktif. Saat mereka berteriak menyuarakan haknya di depan kantor-kantor pemerintahan, mereka telah meninggalkan anak-anak didiknya menganggur, tak menerima pelajaran. 

Sesungguhnya mereka menyadari bahwa mendidik adalah wujud pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara tercinta ini. Sudah waktunya mereka diberi jalan keluar untuk bisa mendapatkan penghasilan dari profesi sampingan. Biarlah mengajar tinggal menjadi sarana pengabdian mereka, sementara untuk menghidupi anak isterinya mereka mendapatkannya dari profesi sampingan.

Coba tengok para wasit FIFA yang memimpin pertandingan pada World Cup. Mereka adalah para lawyer, akuntan, pebisnis, serta profesi-profesi lainnya. Menurut hemat saya para pendidik di negeri kita juga harus demikian. Selama tidak banyak menyita dan mengganggu konsentrasi mengajarnya, mereka sah-sah saja untuk menggeluti profesi sampingan.

Guru Menjadi Blogger
Menjadi pemulung saya rasa bukan satu-satunya profesi sampingan pilihan. Mengapa tidak menjadi seorang blogger saja? Dengan cara itu mereka bisa menuangkan segala idealismenya ke dalam tulisan-tulisan lalu diposting di blognya. Kesempatan ini pun bisa dimanfaatkan untuk memberikan materi-materi pelajaran tambahan yang tak sempat disampaikan di ruangan kelas.

Perlu dipahami, di luar pelajaran sekolah, para siswa juga memerlukan pengetahuan lain. Utamanya kiat-kiat dalam menapaki kehidupan sehari-harinya. Di samping sebagai seorang pendidik, seorang guru pun bisa bertindak sebagai seorang konselor. Para guru bisa memberikan bekal tentang cara mengatasi konflik yang sering dihadapi para muridnya. Dan itu semua bisa dituangkan dalam sebuah blog.

Seandainya tulisan-tulisan itu di mata robot mesin pencari seperti google dikategorikan sebagai postingan yang unik, saya rasa para pemasang iklan pun akan antri minta agar pariwara-pariwaranya itu bisa ditampilkan di blognya. Kualitas hidup para guru pun kemudian bisa meningkat berkat penghasilannya sebagai blogger.

Kalau memang sebagai blogger bisa cukup menjanjikan, mengapa harus rangkap jabatan sebagai pemulung?

0 komentar:

Posting Komentar

PENTING!
Komentar Sobat Menjadi Jalan Bagi Saya Untuk Mengunjungi Blog Sobat