Sisi Lain

Food & Drink Blogs
Diberdayakan oleh Blogger.

25 Sep 2013

| 2 komentar
Sahabat MullSi, dah pada dapat jodoh, calon jodoh? Jika iya, maka saya ucapkan selamat buat sobat. bagi yang belum dapat, maka sabar aja dulu sambil tetap mencari yang terbaik.

Mencari Jodoh, Sulitkah? seperti yang tertera diatas, tidak serta merta membuat artikel ini memuat tips trik mencari jodoh, akan tetapi hanya berisikan pengalaman saya beberapa waktu yang lalu. Tapi tetap ada kaitannya dengan Jodoh.

Ceritanya seperti:
Waktu itu kira-kira sekitar jam 19.00, saya lagi asik sendiri menyimak kabar berita yang menjadi andalan salah satu stasiun TV swasta Nasional. Tiba-tiba HP saya berdering, (nada khas produsen HP ternama didunia)

Halo, Assalamu Alaikum,,
Wa Alaikum Salam,,,,,, 
(saya gak bisa nulis secara lengkap isi percakapan itu, karena menggunakan bahasa daerah yang sangat sulit untuk ditulis. tapi intinya, si penelpon meminta saya datang kerumahnya karena ada sesuatu yang penting.)

Tanpa berpikir panjang, saya berangkat sambil mengantongi 2 Flashdisk & 1 Modem, karena dalam benak saya, si penelpon bermasalah dengan Laptopnya. Tapi ternyata saya salah, jangankan punya Laptop, Ngerti Komputer aja dia gak Ngerti. Saya salah menerka sesuatu apa sebernya yang penting itu.

Curiga, yach, curiga, saya kemudian agak curiga dengan suasana ketika saya berada di lokasi (rumah teman yang tadi menelpon saya), karena kami hanya duduk berdua di ruang tamu sedang yang lain (keluarganya) hanya sibuk ngobrol di rumah sebelah. saya tambah risih ketika Ibunya nongol sebentar sebentar lalu menghilang, ayahnya hanya berlalu dengan sedikit senyum, dan suaminya yang gak tau dimana rimbanya.

Awal pembicaraan sebenarnya hanya seputar Pekerjaan sekarang sebagai apa dan dimana, dan semuanya berjalan biasa saya. Hingga, sampai pada kalimat "sebenarnya ada yang penting, yang saya gak tau harus mulai dari mana" Kata teman saya sambil tersenyum. Saya kemudian mencoba untuk tetap tenang sambil menatap dinding, tanpa berani untuk menerka-nerka apa kira-kira yang akan dia sampaikan. Oh Iya lupa teman saya itu, perempuan, sekelas waktu tingkat SD-SMP.

Lanjut cerita dia bertanya tentang Pacar,, "Tuhan ada apa ini" teriakku dalam hati. Ternya dia dapat order mencarikan jodoh untuk adik teman yang juga tetangganya. saya tetap berusaha untuk tenang, sambil cuma bisa bilang "terus, terus, lalu hubungannya dengan saya, dll". Saya sebenarnya agak bingung juga dibuatnya. 

Teman saya itu kemudian menceritakan seluk-beluk Gadis itu, sesuai apa yang dia ketahui. Oww ternyata dia sedang mencari calon Suami yang sukunya sama dengan suku kami. Karena kakak iparnya sesuku dengan kami, dan katanya dia baik dalam sikap dan prilakunya Plus Taat Agama. 

Jawaban saya, "Maaf saya tidak bisa, saya belum punya landasan ekonomi yang cukup untuk menjadi seorang kepala keluarga". Tenang kata teman saya, "dia tidak mempersoalkan penghasilan". kemudian saya pembicaraan "ini nikah, bukan bicara soal hidup serumah dua atau tiga hari, tapi akan sangat penjang". Saudaranya Sekertaris Camat, dia siap mengankat jadi stap kecamatan kalo kamu mau" kata teman saya.

Ohh tidak, lebih baik saya jadi petani saja (jawabku dalam hati). Waktu terus berlalu hingga akhirnya saya, dengan tegas menolak tawaran itu, tentunya dangan cara yang menurut saya cukup sopan dan tidak menyinggung perasaan. Dia masih sangat muda, dia masih sangat mungkin untuk mendapatkan yang lebih baik. Ketemuan aja dulu kata teman saya itu, tapi saya tetap menolak. Alasannya, saya tidak ingin dia berharap sesuatu yang labih. Dan dengan keputusan saya itu, dia bisa lebih cepat untuk mencari yang lain, yang sesuai dengan kriterianya, dan tentunya juga mau menerima dia.

Saya masih bingung apakah mencari jodoh itu adalah sesuatu yang sulit, atau hanya dibuat sulit dengan syarat, kriteria dan ketentuan?

Sahabat, ini ceritaku, Apa komentar mu?

2 komentar:

  1. Hmmm.. knp gx dicoba aja dulu... ktemuan dulu... jgn lgsung mnolak.. ktn sgala ssuatu itu ada prosesnya.. tdk baik menolak sblm tau apa sbnarny dan bagaimana. Ok.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya juga sich,,, tapi,, sudahlah kan dah berlalu, entar deh kalo ada yang mau kenalan lagi baru dech,, hehehe

      Hapus

PENTING!
Komentar Sobat Menjadi Jalan Bagi Saya Untuk Mengunjungi Blog Sobat