Sisi Lain

Food & Drink Blogs
Diberdayakan oleh Blogger.

20 Des 2011

| 0 komentar

Dangke merupakan produk olahan susu khas kabupaten Enrekng, Sulawesi Selatan. Produk olahan yang telah dikenal sejak awal 1900-an ini merupakan makanan khas yang sangat digemari oleh masyarakat kabupaten Enrekang. Selain itu, dengan pembuatan dangke yang cukup sederhana dan tidak membutuhkan banyak biaya, maka dangke juga dijadikan oleh masyarakat setempat sebagai mata pencaharian.

Dangke "keju enrekang"
Dangke dibuat dengan penambahan air perasan daun pepaya sebagai penggumpal. Tanaman pepaya (Carica papaya L) mengandung cairan getah yang larut di dalam air. Getah pepaya mengandung enzim proteinase sulfuhydril yang berfungsi mengatalisis reaksi-reaksi biologi. Selain pepaya, air nenas juga dapat dipakai sebagai penggumpal.
Dari sifat dan teksturnya, dangke termasuk golongan keju lunak (soft cheese) dengan kadar air sekitar 45,75% berwarna putih, bersifat elastis.

Dangke Goreng & kopi
Supaya dapat tahan lama, dangke yang akan dibawa keluar dari kota Enrekang sebagai oleh-oleh, biasanya terlebih dahulu direndam dalam larutan garam. Ada juga yang menaburkan garam di sekeliling dangke, kemudian dikeringkan. Dangke yang diawetkan dengan menggunakan garam dapur inilah yang menjadi kultur oleh sebagian besar masyarakat Kabupaten Enrekang. Biasanya dangke digunakan sebagai makanan atau lauk dengan cara digoreng atau dipanggang.

Dangke Mentah
Siapa sangka Pakar kuliner-Bondan Winarno, termasuk penggemar dangke. “Ini adalah makanan yang hebat dan sangat khas”, katanya ketika berada dalam acara “Kelana Kuliner” di Citraland Celebes, Makassar. Bondan mengaku punya cara tersendiri menikmati dangke. “Yang paling gampang itu dengan cara dipanggang di atas wajan, terus dimakan dengan sambal terasi. Itu nikmat sekali,” kata pembawa acara “Wisata Kuliner” ini. Rasa dangke yang lembut serasi dengan rasa pedas sambal terasi.

Cara lainnya, kata Bondan, dangke bisa dicampur ke dalam kuah gulai. “Dangke dimasak dengan kuah agar lebih kental,” ujarnya. Namun baginya, cara menyantap dangke yang paling nikmat adalah dengan cara memanggang. Bondan selalu memesan dangke dari Enrekang untuk dikirim ke rumahnya di Jakarta untuk disajikan pada tamunya. Mereka suka sekali dan keheranan ternyata ada juga keju khas Indonesia, yaitu dari Enrekang,” katanya. Meski dangke identik dengan keju, menurut Bondan, makanan ini tak cocok jika dipadukan dengan masakan ala Western. “Karena cita rasanya asli Indonesia, jadi dia tidak cocok dengan masakan Western,” katanya lagi.


0 komentar:

Posting Komentar

PENTING!
Komentar Sobat Menjadi Jalan Bagi Saya Untuk Mengunjungi Blog Sobat