Sisi Lain

Food & Drink Blogs
Diberdayakan oleh Blogger.

28 Des 2011

| 1 komentar
Gunung Nona, Enrekang
Kabupaten Enrekang - Sulawesi Selatan, yang terletak di daerah pegunungan dengan iklim yang dingin, menjadikan Kabupaten Enrekang menjadi salah satu daerah penghasil kopi yang berkualitas bagus, yang mendapat pengakuan dari beberapa negara di dunia. Kopi yang berasal dari daerah ini pada tahun 2008, mendapat reting pertama sebagai kopi terbaik di Indonesia. Pemberian reting ini dilakukan oleh Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PKKI). 
Sejauh ini, kopi Enrekang paling banyak dibeli pengusaha-pengusaha dari Aceh. Pengusaha asal Acehlah kemudian memasarkan kopi Enrekang ke luar negeri, di antaranya Kuala Lumpur. Kopi Enrekang kemudian dikenal di Malaysia (Kompas.com).
Kualitas Kopi di Desa Batu Kede, Desa Buntu Sarong dan salah satu desa di Kecamatan Baroko mendapat apresiasi khusus dari Papua New Gini, Australia dan Afrika. Kelompok Tani di daerah tersebut mendapat pelatihan khusus untuk tetap mempertahankan kualitas kopi yang mereka miliki. 

Hingga saat ini, Kopi dari dua desa tersebut tetap menjadi pemasok terbesar dan terbaik untuk pabrik kopi milik Amerika yang berlokasi di toraja (pemegang merk “Kopi Toraja”). Selain pemasaran yang lebih mudah, harga jual kopi Enrekang pun terus merambat naik. Saat ini, harga kopi jenis arabika tyfica  mencapai $180 dollar AS per kilogram. Lebih Mahal dari pada kopi Luwak.

Setelah nama Kopi Kalosi-Arabica Tyfica (Kopi Toraja) dipatenkan pengusaha asing Amerika Serikat, Pemkab Enrekang mengalah dengan memilih nama lain yaitu Bungin Kopi, dengan jenis kopi yang sama yaitu Arabica tyfica. Selain itu ada juga sertifikat kopi dengan nama Dekopi (Duri-Enrekang kopi) untuk jenis arabika biasa.   

1 komentar:

  1. sungguh miris ketika kopi sendiri dikelola pihah asing, mana semua potensi muda enrekang apakah kita tidak bisa berbuat untuk bisa mengolah milik kita sendiri.

    BalasHapus

PENTING!
Komentar Sobat Menjadi Jalan Bagi Saya Untuk Mengunjungi Blog Sobat