Sisi Lain

Food & Drink Blogs
Diberdayakan oleh Blogger.

12 Jun 2016

| 0 komentar


Firman Allah SWT:

Wahai jamaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus dan melintasi penjuru langit dan bumi, maka tembus dan lintasilah! Kamu tidak akan dapat menembus dan melintasinya kecuali dengan sulthan.
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?
Kepada kamu (jin dan manusia) disemburkan nyala api dan cairan tembaga. Maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri darinya.
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?

(QS. Ar-Rahman; 33-36)

Penjelasan:
Kata quthr (jamak dari aqthar) mengandung arti garis tengah, daerah, zona, atau sesuatu yang terliputi suatu daerah kekuasaan. Jika seseorang menggunakan kompas, maka ia menciptakan suatu lingkaran yang mencakup angkasa. "Jika kamu sanggup menernbus dan melintasi penjuru langit dan bumi, maka tembus dan lintasilah. Kamu tidak akan dapat menembus dan melintasinya kecuali dengan kekuatan." Allah mendorong manusia untuk menjelajah, tetapi ia tidak bisa melakukannya kecuali bila ia memiliki kekuatan, kecuali bila ia memiliki kemampuan dan kesanggupan (sulthan). Ini adalah tantangan positif bagi manusia.

Sulthan menurut beberapa ahli tafsir adalah ilmu pengetahuan Teknologi. Yang merujuk kepada ilmu pengetahuan teknologi luar angkasa yang dimungkinkan mampu dikembangkan oleh manusia. 

Setiap daerah atau zona mempunyai suatu energi. Jika manusia ingin pergi melampaui suatu daerah, maka ia harus mampu menembus batasnya. Untuk melepaskan diri dari tarikan gravitasi bumi, seseorang mesti mencapai kecepatan 17.000 mil per jam. Manusia membutuhkan sulthan untuk mengatasi gravitasi. Semua kekuatan adalah bagian dari satu-satunya Kekuatan serba meliputi, yakni kekuatan lintas-daerah.

Dalam batas-batas langit dan bumi ada satu titik ketika penembusan berhenti. Ada batas bagi setiap sistem dan setiap situasi penciptaan. Jinn dan ins dapat menembus langit, sebagaimana sudah dilakukan manusia dalam beberapa dekade terakhir ini. Akan tetapi, ada zona-zona di langit yang tidak akan mampu dilewati manusia karena aktivitas besar berbagai meteor atau karena adanya radiasi atau beberapa faktor lainnya. Sebagaimana ada batas-batas dalam perjalanan lahiriah manusia, maka begitu pulalah ada batas-batas dalam perjalanan batiniahnya. 

Nabi Muhammad saw. bersabda, "Aku hanya diberi sedikit pengetahuan batiniah." 

Inilah hukum-hukum Tuhan Yang Mahabenar. Bagaimana manusia bisa mengingkari rahmat Allah? Bahkan berbagai keterbatasan dan maknanya—bahwa manusia terpenjara dalam ruang dan waktu adalah anugerah yang besar.

0 komentar:

Posting Komentar

PENTING!
Komentar Sobat Menjadi Jalan Bagi Saya Untuk Mengunjungi Blog Sobat